Jember, 31 Mei 2021

Siswa

Persekutuan Siswa Kristen Jember (PSKJ) sudah memasuki tahun ke-32, Ada 5 SMA, 3 SMP yang terlayani dengan baik; ada orang kunci/pengurus, persekutuan sekolah berjalan dan ada kelompok pemuridan serta ada TPS yang mendampingi sekolah tersebut. Selain itu ada beberapa sekolah yang kami layani secara kondisional (sekolah meminta pelayanan dari kami) dan mengundang dalam persekutuan yang diadakan PSKJ. Masih ada banyak sekolah negeri yang belum bisa kami layani karena keterbatasan TPS, sehingga kami hanya bisa mengundang mereka di acara-acara besar yang dilakukan PSKJ (HDS, Persekutuan Besar). 

Saat ini kami memiliki 6 orang TPS; 2 TPS senior, 2 TPS Madya, 2 CTPS yang tahun ini berkomitmen melayani siswa di Jember. Kami terus bergumul melalui pemuridan siswa bisa menghasilkan para lulusan siswa yang memiliki hati melayani dan terus bertumbuh di pemuridan ketika mahasiswa, namun hal ini tidak mudah. 

Tuhan membukakan kepada kami kesempatan untuk membangun relasi dengan guru agama sehingga memudahkan bagi kami untuk mengundang mereka dalam acara siswa dan menjangkau siswa secara personal.  Terlebih di masa pandemi ini, kami menggunakan kesempatan persekutuan secara online dengan menjangkau siswa dan sekolah2 yang belum terlayani. Bukan hanya regenerasi TPS yang sulit, namun menghasilkan PKK yang berasal dari siswa pun juga masih menjadi pergumulan bagi kami. Doakan kiranya kami bisa menghasilkan siswa yang memimpin pemuridan siswa. 

Doakan juga untuk kota Lumajang yang sedang kami rintis kembali pelayanan siswanya. Pelayanan siswa di Lumajang dirintis sejak tahun 2009, tahun 2015 pelayanan ini sempat vakum dan di tahun 2019 kami mulai kembali merintis ulang pelayanan di Lumajang. Bersyukur juga PA alumni berjalan rutin hingga hari ini. Doakan kiranya kami diberikan himat dalam memikirkan strategi penjangkauan dan pemuridan untuk pelayanan siswa di Lumajang.

Mahasiswa

Persekutuan Mahasiswa Kristen Jember, yang biasa dikenal dengan sebutan Permaker, menghadapi kondisi yang tidak mudah di masa pandemi ini. Dalam kondisi serba daring sekarang, semakin sulit untuk menghadirkan adik-adik binaan untuk mengikuti persekutuan. Hal ini terjadi karena tidak memiliki akses internet yang baik, kepadatan kuliah daring, selain itu, Relasi Permaker dengan PMK-PMK kampus tidak berjalan baik. Ada oknum dosen atau pun mahasiswa yang tidak setuju kalau PMK kampus berjejaring dengan Permaker sehingga Permaker kesulitan memberi pengaruh bagi PMK-PMK kampus. Meskipun demikian, kami bersyukur bahwa Permaker tetap bisa berelasi secara personal dengan beberapa Pengurus PMK kampus. Kiranya relasi ini bisa terus dijaga dan kedepan bisa terbangun relasi dan jejaring pelayanan. 

Kondisi Pemuridan mahasiswa di Jember saat ini juga dalam kondisi krisis. Krisis pertama yang dihadapi adalah terhambatnya relasi antara PKK dan AKK. Pada tahun 2020, kelompok yang awalnya bisa berjalan intens kemudian menjadi sulit berkomunikasi dan bertemu baik secara online maupun offline sehingga proses KTB tidak berjalan. Berdasarkan data pemuridan mahasiswa Jember, saat ini ada 7 KTB yang vakum sejak semester kedua tahun lalu. Namun kami juga bersyukur ada 16 KTB dan 4 pra KTB yang bisa tetap berjalan di tahun ini, sekalipun tidak semuanya berjalan intensif.

Krisis berikunya yang dihadapi adalah alotnya proses multiplikasi. Setiap tahun, pelayanan mahasiswa Jember rata-rata menghasilkan 2 pemimpin KTB. Bahkan, kami tidak menghasilkan pemimpin KTB pada tahun 2020 lalu. Pemimpin yang ada saat ini terdiri dari 5 staf dan 4 mahasiswa. Dari 4 mahasiswa tersebut, 3 orang adalah mahasiswa tingkat akhir yang waktu studinya tidak lama lagi. Bahkan beberapa nama yang ditargetkan untuk menjadi pemimpin di tahun ini belum menunjukan kesiapan untuk memimpin. Multiplikasi yang alot ini juga sangat berpengaruh dengan regenerasi pengurus Permaker. 

Alumni

Hadirnya pelayanan alumni di Jember merupakan hasil berkembangnya pelayanan Persekutuan Mahasiswa Kristen Jember (Permaker). Pelayanan alumni di kota Jember terus berupaya mengembangkan kelompok-kelompok Pemahaman Akitab (PA). Saat ini ada tiga kelompok PA di kota Jember dan satu kelompok PA yang ada di kota Lumajang. Kelompok-kelompok PA tersebut sudah lama ada. Selama masa Pandemi ini, lahir dua kelompok PA alumni Permaker dan satu alumni Persekutuan Siswa Kristen Jember (PSKJ). Kegiatan PA dilakukan secara daring. Kedepan, selain sebagai buah pelayanan,  para alumni merupakan ujung tombak dari hadirnya pelayanan-pelayanan Perkantas di kota-kota lain di wilayah Jawa timur bagian Timur. Kota Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo sudah lama menjadi doa sebagai wilayah pengembangan pelayanan Perkantas Jember.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x